Monday, June 23, 2014

T3 _ Game Tetris menggunakan Eclipse

                                 

ABSTRAKSI


Winda Gardena.57411417
Game Tetris Menggunakan Eclipse
Tugas. Jurusan Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Gunadarma. 2014
Kata Kunci: Tetris,game,about,highscore,

(Cover+19)

Di zaman yang sangat modern ini, game sangat merebak di masyarakat. Dari orang dewasa hingga anak balita, perbincangannya hanya seputar game. Hal ini didukung dengan banyaknya software-software pendukung dan perangkat yang memudahkan game itu sendiri.

            Penulis membuat game Tetris dengan menggunakan software Eclipse dengan bahasa pemrograman java karena penulis sedang belajar aplikasi Eclipse di Laboratorium Informatika sebagai laboratorium penunjang kelas. Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang berorientasi objek sehingga memudahkan proses pembuatan dalam hal tampilan. Memiliki sifat-sifat penurunan dan multi platform.


PENDAHULUAN
Lahirnya teknologi multimedia adalah hasil dari perpaduan kemajuan teknologi elektronik, teknik komputer dan perangkat lunak. Kemampuan penyimpanan dan pengolahan gambar digital dalam belasan juta warna dengan resolusi tinggi serta reproduksi suara maupun video dalam bentuk digital. Multimedia merupakan konsep dan teknologi dari unsur – unsur gambar, suara, animasi serta video disatukan didalam komputer untuk disimpan, Diproses dan disajikan guna membentuk interaktif yang sangat inovatif antara komputer dengan user.
Di zaman yang sangat modern ini, game sangat merebak di masyarakat. Dari orang dewasa hingga anak balita, perbincangannya hanya seputar game. Hal ini didukung dengan banyaknya software-software pendukung dan perangkat yang memudahkan game itu sendiri.
            Penulis membuat game Tetris dengan menggunakan software Eclipse dengan bahasa pemrograman java karena penulis sedang belajar aplikasi Eclipse di Laboratorium Informatika sebagai laboratorium penunjang kelas. Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang berorientasi objek sehingga memudahkan proses pembuatan dalam hal tampilan. Memiliki sifat-sifat penurunan dan multi platform.

PEMBAHASAN

XML
XML (Extensible Markup Language) adalah  bahasa markup  untuk keperluan umum yang disarankan oleh W3C untuk membuat dokumen markup keperluan pertukaran data antar sistem yang beraneka ragam. XML didesain untuk mampu menyimpan data secara ringkas dan mudah diatur. Kata kunci utama XML adalah data. yang jika diolah bisa memberikan informasi.
Untuk Penggunaan XML itu sendiri dalam kasus ini di dalam Android, XML lebih banyak dgunakan dalam mengatur tampilan, walaupun juga digunakan untuk mendapatkan nilai dari suatu file xml yang lainnya.

Perintah Dasar XML Android
XML Android pada dasarnya berbeda dengan XML secara umum. Pada XML Android, nama-nama tag telah didefinisikan oleh Android SDK, tidak seperti XML pada umumnya yang dapat menuliskan nama-nama tag sesuai keinginan. Berikut beberapa tag XML Android yang sering digunakan.

No.
Perintah
Fungsi
1
<AbsolutLayout
digunakan jika hendak menggunakan sistem koordinat x dan y untuk tata letak widget (berdasar piksel)
2
<LinearLayout
jika jenis ini yang digunakan, widget akan terurut secara vertikal berdasarkan urutan penulisan widget
3
<RelativeLayout
tata letak widget relatif, bergantung widget lainnya
4
<Button
membuat widget tombol
5
<ImageButton
membuat widget tombol gambar
6
<EditText
membuat widget kolom penulisan teks
7
<TextView
membuat widget teks
8
<ImageView
membuat widget untuk menampilkan gambar
9
<Spinner
membuat widgetspinner (combo box)

Selain nama-nama tag, pada XML Android juga menyediakan perintah untuk mengatur widget-widget tersebut yang dituliskan di dalam tag-tag tersebut.

No.
Perintah
Fungsi
1
android:id
memberikan nama id
2
android:layout_height
mengatur tinggi widget
3
android:layout_weight
mengatur lebar widget
4
android:layout_x
mengatur posisi widget terhadap sumbu x
5
android:layout_y
mengatur posisi widget terhadap sumbu y
6
android:text
memberikan teks
7
android:textSize
mengatur ukuran teks
8
android:textStyle
mengatur gaya teks
9
android:textColor
mengatur warna teks
10
android:gravity
mengatur posisi widget secara vertikal
11
android:layout_gravity
mengatur posisi widget terhadap layar
12
android:layout_width
mengatur lebar layar
13
android:layout_height
mengatur tinggi layar
14
android:background
memberi background pada layar

AndroidManifest
Android Manifest merupakan sebuah xml yang berisi informasi mengenai aplikasi, seperti versi dari aplikasi, nama package, level SDK yang digunakan, beserta icon dan nama yang diberikan untuk aplikasi. Selain itu, AndroidManifest.xml ini digunakan sebagai pengatur activity-activity yang terdapat pada aplikasi, berupa daftar kelas-kelas java, penggunaan intent untuk pemilihan, dan pemberian Label /title pada suatu Activity saat mereka Aktif.

Sebelum android dapat memulai komponen aplikasi, maka android harus melihat komponen yang sedang berjalan. Untuk itu, aplikasi akan mendeklarasikan komponen yang mereka gunakan dalam sebuah file manifest yang digabungkan ke dalam paket file android berekstensi (.apk). Dalam Android Manifest terdapat bagian-bagian yang sangat penting untuk terbentuknya suatu aplikasi, diantaranya adalah :

 1. Activity
Activity pada android adalah sebuah class yang digunakan untuk membuat sebuah layout yang akan ditampilkan dalam layar handpone dimana layout ini berisi intrface-interface seperti, listview, combo box, textview, dll yang bertujuan agar kita bisa berinteraksi dengan setiap activity mewakili satu layar, jadi saat akan membuat 5 form dalam 5 layar maka kita harus membuat 5 activity pula dan setiap form tersebut dapat saling berkomunikasi karena berada dalam satu activity.
Pada saat aplikasi berjalan pada sistem Android sebuah aktifitas program terjadi dalam beberapa pernyataan program atau tahapan, seperti diperlihatkan pada gambar 3.7. Kita  tidak dapat melakukan kontrol terhadap tahapan tersebut, semua sudah di atur oleh system. Namun demikian, kita dapat mengidentifikasi kapan tahapan tersebut terjadi dengan memanggil method-method ini :
1.     onCreate( Bundle )
Method ini dipanggil ketika aktifitas pertama kali dimulai. Kita dapat menggunakan method ini untuk melakukan inisialiasi awal seperti menentukan antar muka ( user interface ), Method onCreate( ) yang memiliki satu parameter yang dapat bernilai null atau bernilai informasi dari state sebelumnya yang dijalankan oleh method onSaveInstanceState( ).
2.     onStart( )
Method ini mengindikasikan aktifitas yang siap ditampilkan ke user
3.     onResume( )
            Method ini dipanggil ketika aktifitas kita dinyatakan siap berinteraksi dengan user. Ini adalah aktifitas yang paling tepat untuk menyertakan animasi dan music pada aplikasi anda
4.     onPause( )
Method ini dijalankan ketika aktifitas akan dijalankan di background, biasanya terjadi ketika aktifitas berjalan di atas aktifitas ini. Pada state ini sebaiknya anda implementasi persistent data pada program anda, seperti ketika sebuah database sedang dilakukan proses edit.
5.     onStop( )
Method ini dipanggil saat aktifitas anda tidak bisa dilihat lagi oleh user dan tidak dibutuhkan untuk sementara waktu. Jika memori dalam keadaan parah (karena banyak resource berjalan) maka method onStop() tidak pernah akan dipanggil ( system mungkin akan mematikan prosesnya ).
6.     onRestart( )
Jika method ini dipanggil , berarti aktifitas anda sedang di tampilkan ulang ( redisplay) oleh user dari sebelumnya di stop.
7.     onDestroy( )
Method ini dipanggil sebelum sebuah aktifitas di matikan ( di-destroy). Jika resource memory ketat, method onDestroty() tidak pernah akan dipanggil ( system mungkin akan mematikan prosesnya )
8.     onStateInstanceState( Bundle )
Metodh ini ada di awal pembuatan class dari sebuah Android Project
2. Intent
intent adalah sebuah object yang merupkan kunci  untuk berkomunikasi dengan activity lainnya. Satu hal penting lain dari intent adalah kita bisa mengirimkan data ke Activity lain dan juga dapat menangkap data dari Activity tersebut. Intent sendiri dibagi menjadi 2 yaitu,
  • Implicit intent adalah intent yang memanggil fungsi activity yang sudah ada di fungsi internal android seperti Dial Number, Open Browser dan lainya.
  •  Explicit Intent yang memanggil Activity lain yang masih dalam 1 project atupun beda project.
  • Implicit intent adalah intent yang memanggil fungsi activity yang sudah ada di fungsi internal android seperti Dial Number, Open Browser dan lainya.
  •  Explicit Intent yang memanggil Activity lain yang masih dalam 1 project atupun beda project. 
  • Cara Instalasi Eclipse
  • 1.      Pertama-tama di laptop kita install JAVA terlebih dahulu, apabila JAVA sudah ada, kita bisa skip langkah ini. Karena JAVA merupakan komponen yang penting, maka apabila pada penginstallan java terjadi error maka akan mempengaruhi pengoperasian ECLIPSE itu sendiri
                                

2.      Lalu, kita pilih atau tempatkan dimana sesuai yang diinginkan
 3.      Apabila kita sudah menetapkan tujuan nya lalu kita klik FINISH.











Ekstrak ADT
  1. Buka eclipse - Help- software update-Add site - pilih local -browse direcoty ADT-Centang/checlick-next untuk instlasi.

  1. Kemudian akan menampilkan seperti ini

  2. Klik eclipse (buka) kemudian preference lalu pilih android, kemudian kita browse directorynya. Lalu Apply dan Ok.

Dalam eclipse, untuk membuat suatu aplikasi, tentunya kita harus membuat tampilannya. Membuat tampilannya dengan membuat terlebih dahulu AVD ( Android Virtual). Adapun langkah2nya seperti dibawah ini :

  1. Bisa mencari di menubar WINDOW atau langsung pilih icon Android SDK and AVD Manager
                                         

  1. Tampilannya akan seperti ini
                                               
3. Pilih new untuk membuat interface baru
                                                  
4. 
5. 
6. 
Main.xml :
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    android:layout_width="fill_parent"
    android:layout_height="fill_parent"
    android:orientation="vertical"
    android:id="@+id/linearLayoutInit">

    <ImageView
        android:id="@+id/imageView1"
        android:layout_width="fill_parent"
        android:layout_height="fill_parent"
        android:layout_weight=".2"
        android:src="@drawable/logo"
        android:layout_margin="5dp"
        android:contentDescription="@string/accesibilityLogo"/>

    <Button
        android:id="@+id/buttonNewGame"
        android:layout_width="fill_parent"
        android:layout_height="fill_parent"
        android:layout_weight=".4"
        android:text="@string/newGame" android:layout_margin="10dp"/>

    <Button
        android:id="@+id/buttonHighScores"
        android:layout_width="fill_parent"
        android:layout_height="fill_parent"
        android:layout_weight=".4"
        android:text="@string/highScores" android:layout_margin="10dp"/>

    <Button
        android:id="@+id/buttonAbout"
        android:layout_width="fill_parent"
        android:layout_height="fill_parent"
        android:layout_weight=".4"
        android:text="@string/about" android:layout_margin="10dp"/>
       
    <Button
        android:id="@+id/buttonExit"
        android:layout_width="fill_parent"
        android:layout_height="fill_parent"
        android:layout_weight=".4"
        android:text="Exit" android:layout_margin="10dp"/>

</LinearLayout>

tetris.java    :


package android.tetris;

import android.app.Activity;
import android.content.Intent;
import android.os.Bundle;
import android.view.View;
import android.view.View.OnClickListener;
import android.view.Window;
import android.widget.Button;

public class Tetris extends Activity {
           
            private Button btnNewGame, btnHighScores, btnAbout, btnExit;
           
    /** Called when the activity is first created. */   
            @Override
            public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
            //Assign layouts
        super.onCreate(savedInstanceState);
        requestWindowFeature(Window.FEATURE_NO_TITLE);
        setContentView(R.layout.main);
       
        //Find and assign buttons
        btnNewGame = (Button) findViewById(R.id.buttonNewGame);
        btnNewGame.setOnClickListener(new OnClickListener(){
            public void onClick(View v) {
                        Intent intent = new Intent(Tetris.this, Game.class);
                        startActivity(intent);
                                    }
        });
       
        btnHighScores = (Button) findViewById(R.id.buttonHighScores);
        btnHighScores.setOnClickListener(new OnClickListener(){
            public void onClick(View v) {
                        Intent intent = new Intent(Tetris.this, HighScores.class);
                        startActivity(intent);
                                    }
        });  

        btnAbout = (Button) findViewById(R.id.buttonAbout);
        //btnResumeGame.setEnabled(false); //Disabled (unimplemented feature)
        btnAbout.setOnClickListener(new OnClickListener(){
            public void onClick(View v) {
                        Intent intent = new Intent(Tetris.this, About.class);
                        startActivity(intent);
                                    }
        });
       

        btnExit = (Button) findViewById(R.id.buttonExit);
        btnExit.setOnClickListener(new OnClickListener(){
            public void onClick(View v) {
                        finish();
                                    }
        });
    }
           
}

Keterangan :
1.      Pertama tama kita buat file.xml untuk membuat atau menampilkan suatu tampilan. Main.xml ini akan menampilkan tampilan awal yang berisi beberapa button. Button 1 new game, Button 2 untuk highscore , button 3 untuk about dan button 4 untuk keluar.
2.      Menggunakan satu imageview pada satu tampilan awal ini yaitu logonya.
3.      Setiap Button atau Imageview memiliki nama masing-masing yang disebut : id
4.      Apabila pada .java ingin dipanggil kita dapat panggil nama id nya.







No comments:

Post a Comment