GAMBARAN
GAME
Gambaran game
yang akan saya buat adalah saya membuat game umum, yaitu tetris. Sama seperti
tetris pada umumnya, akan menggunakan balok balok dengan bentuk berbeda beda. Tetris (bahasa Rusia: Тетрис) adalah teka-teki yang
didesain dan diprogram oleh Alexey Pajitnov pada
bulan Juni 1985, pada saat ia bekerja
di Pusat
Komputer Dorodnicyn di Akademi Sains Uni Soviet di Moskow. Namanya
berasal dari awalan numerik Yunani yang bermakna bangun dengan empat bagian.
Permainan ini
(atau variasi lainnya) terdapat pada hampir setiap konsol permainan video dan komputer
pribadi, begitu juga pada peralatan lainnya seperti kalkulator, ponsel, pemutar media portabel, PDA dan bahkan
sebagai rahasia pada
produk non-media seperti osiloskop.
Walaupun Tetris muncul
kebanyakan pada komputer rumahan,
permainan ini lebih sukses pada versi Gameboy yang
dirilis pada 1989 yang membuatnya sebagai permainan paling populer sepanjang
masa. Pada berita Electronic
Gaming Monthly ke-100, Tetris berada pada urutan pertama pada
"Permainan Terbaik Sepanjang Masa. Pada tahun 2007, Tetris berada di
urutan kedua pada 100 Permainan Terbaik Sepanjang Masa" menurut IGN. Ini merupakan
gambaran game tetris pada umumnya
Saya akan membuat game tetris menggunakan eclipse pada Android. Alasan saya menggunakan software itu, karena pada praktikum di lab saya sedang mempelajari Eclipse pada Android oleh karena itu saya mencoba membuat tugas softskill ini berbasis android.
Saya akan membuat game tetris menggunakan eclipse pada Android. Alasan saya menggunakan software itu, karena pada praktikum di lab saya sedang mempelajari Eclipse pada Android oleh karena itu saya mencoba membuat tugas softskill ini berbasis android.
PENGENALAN ANDROID
Sejarah Android
Android
adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon
pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para
pengembang untuk menciptakan
aplikasi mereka sendiri
untuk digunakan oleh bermacam
peranti bergerak. Awalnya,
Google Inc. Membeli Android Inc.,
pendatang baru yang
membuat peranti lunak
untuk ponsel. Kemudian untuk
mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34
perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google,
HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Pada saat perilisan perdana
Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan
mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak,
Google merilis kode–kode Android di bawah License Apache, sebuah lisensi
perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua
jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh
dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar
bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open
Handset Distribution (OHD), tidak
hanya menjadi sistem
operasi di samrtphone,
saat ini Android menjadi pesaing
utama dari Apple
pada sistem operasi
Tablet PC. Pesatnya pertumbuhan android selain faktor
yang disebutkan di atas adalah karena Android itu sendiri
adalah platform yang
sangat lengkap baik
itu sistem operasinya, aplikasi dan tool
pengembangan, market aplikasi android serta dukukungan yang sangat
tinggi dari komunitas open source di dunia.
Kelebihan Android
1. Lengkap (Complete
Platform)
Para desainer
dapat melakukan pendekatan
yang komperehensif ketika mereka
sedang mengembangkan platform
Android. Android merupakan sistem
operasi yang aman dan banyak menyediakan tool dalam membangun software
dan memungkinkan untuk
peluang pengembangan aplikasi.
2. Terbuka (Open Source Platform)
Platform Android
disediakan melalui lisensi
open source. Pengembang dapat
dengan bebas untuk mengembangkan aplikasi. Android sendiri menggunakan Linux
Kernel 2.6
3. Free (Free
Platform)
Android adalah
aplikasi yang bebas
untuk develope. Tidak
ada lisensi atau biaya
royalti untuk dikembangkan
pada platform Android. Tidak ada biaya keanggotan, tidak
diperlukan biaya pengujian, dan tidak ada kontrak yang diperlukan.
Pengembangan Aplikasi Android
Ada
4 hal mendasar yang harus kita pahami dalam membangun aplikasi berbasis Android
:
Ø Activity, adalah tampilan
grafis yang kita
lihat ketika menjalankan
sebuah aplikasi. Aplikasi dapat memiliki lebih dari satu Activity.
Ø Intent, adalah serangkaian nilai yang menunjukan apa yang harus dilakukan
ketika terjadi perpindahan layar.
Ø Service, adalah layanan yang bekerja di belakang layar (background).
Ø Content provider, memungkinkan
sebuah aplikasi untuk
dapat menyimpan dan menerima data
dari basis data.
Versi Android
Bedasarkan perkembagannya saat
ini sistem operasi
Android sendiri telah melakukan
perubahan-perubahan untuk pada sistem itu sendiri, oleh karena itu Android
dirilis dalam beberpa versi.
1. Android versi 1.1
Pada
9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini
dilengkapi dengan pembaruan
estetis pada aplikasi,
jam alarm, voice
search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan
pemberitahuan email.
2. Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada pertengahan
Mei 2009, Google
kembali merilis telepon
seluler dengan menggunakan Android
dan SDK (Software
Development Kit) dengan versi
1.5 (Cupcake). Terdapat
beberapa pembaruan termasuk
juga penambahan beberapa fitur
dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video
dengan modus kamera,
mengunggah video ke
Youtube dan gambar
ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan
terhubung secara otomatis ke
headset Bluetooth, animasi
layar, dan keyboard
pada layar yang dapat disesuaikan
dengan sistem.
3. Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi
1.6) dirilis pada
September dengan menampilkan
proses pencarian yang lebih
baik dibanding sebelumnya,
penggunaan baterai indikator dan
kontrol applet VPN.
Fitur lainnya adalah
galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang
akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan.
4. Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Pada
3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair),
perubahan yang dilakukan
adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2,
perubahan tampilan antarmuka dengan
browser baru dan dukungan
HTML5, daftar kontak
yang baru, dukungan
flash untuk kamera 3,2 MP,
digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
5. Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Pada 20
Mei 2010, Android
versi 2.2 (Froyo)
diluncurkan.
Perubahanperubahan umumnya terhadap
versi-versi sebelumnya antara
lain dukungan Adobe Flash
10.1, kecepatan kinerja
dan aplikasi 2
sampai 5 kali
lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat
kemampuan rendering pada
browser, pemasangan aplikasi
dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan
kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.
6. Android versi 2.3 (Gingerbread)
Pada 6
Desember 2010, Android
versi 2.3 (Gingerbread)
diluncurkan. Perubahan-perubahan
umum yang didapat
dari Android versi
ini antara lain peningkatan kemampuan
permainan (gaming), peningkatan
fungsi copy paste, layar
antarmuka didesain ulang,
dukungan format video
VP8 dan WebM,
efek audio baru (reverb,
equalization, headphone virtualization, dan
bass boost), dukungan
kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih
dari satu.
7. Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android Honeycomb
dirancang khusus untuk
tablet. Android versi
ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. Tampilan antarmuka pada
Honeycomb juga berbeda karena
sudah didesain untuk
tablet. Honeycomb juga
mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras untuk
grafis.
8. Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich)
Diumumkan
pada tanggal 19 Oktober 2011, membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan fitur baru termasuk membuka
kunci dengan pengenalan wajah, jaringan
data pemantauan penggunaan
dan kontrol, terpadu kontak jaringan
sosial, perangkat tambahan
fotografi, mencari email
secara offline, dan berbagi
informasi dengan menggunakan NFC.
9.
Android versi 4.1 (Jelly Bean)
Android
Jelly Bean yaang diluncurkan pada acara Google I/O membawa sejumlah keunggulan dan fitur baru.
Penambahan baru diantaranya meningkatkan input keyboard, desain baru fitur
pencarian, UI yang baru dan pencarian melalui Voice Search yang lebih cepat.Tak
ketinggalan Google Now juga menjadi bagian yang diperbarui. Google Now memberikan
informasi yang tepat pada waktu yang tepat pula. Salah satu kemampuannya adalah
dapat mengetahui informasi cuaca, lalu-lintas, ataupun hasil pertandingan
olahraga. Sistem operasi Android Jelly Bean 4.1 muncul pertama kali dalam
produk tablet Asus, yakni Google Nexus 7.
Fitur Android
Android
memiliki berbagai fitur diantaranya.
Ø
Framework Aplikasi yang
mendukung penggantian komponen dan reusable;
Ø
Mesin virtual Dalvik
dioptimalkan untuk perangkat mobile;
Ø
Integrated browser
berdasarkan engine open source WebKit;
Ø
Grafts yang
dioptimalkan dan didukung
oleh library grafis
2D, grafis 3D berdasarkan spesifikasi OpenGL 26;
Ø
SQLite untuk penyimpanan
data;
Ø
Media Support
yang mendukung audio,
video, dan gambar (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG,
PNG, GIF);
Ø
Bluetooth, EDGE, 3G, dn
WiFi;
Ø
Kamera, GPS, kompas, dan
accelerometer;
Ø
Lingkungan Development
yang lengkap dan
kaya termasuk perangkat emulator,
tools untuk debugging,
serta plugin untuk Eclipse IDE.
Software Yang Digunakan
·
Android SDK (Software Development Kit)
Android SDK mencakup
perangkat tools pengembangan
yang komprehensif. Android SDK
terdiri dari debugger,
libraries, handset emulator, dokumentasi, contoh
kode program dan
tutorial. Saat ini
Android sudah mendukung arsitektur
x86 pada Linux
(distribusi Linux apapun
untuk desktop modern), Mac
OS X 10.4.8
atau lebih, Windows
XP atau Vista.
Persyaratan mencakup JDK, Apache Ant dan Python 2.2 atau lebih.
IDE yang didukung
secara resmi adalah
Eclipse 3.2 atau
lebih dengan menggunakan plugin
Android Development Tools (ADT), dengan ini pengembang dapat menggunakan
IDE untuk mengedit
dokumen Java dan
XML serta menggunakan peralatan
command line untuk
menciptakan, membangun, melakukan
debug aplikasi Android dan pengendalian perangkat Android.
·
ADT (Android Development Tools)
ADT (Android Development
Tools) adalah plugin
untuk Eclipse IDE yang
dirancang khusus untuk
memberikan integrated environment
yang kuat untuk membuat aplikasi
Android. ADT memberikan kemampuan kepada Eclipse untuk membuat
projek baru Android
secara cepat, membuat
aplikasi User Interface, menambahkan
komponen berdasarkan Android
Framework API, melakukan debugging
aplikasi yang di buat dengan menggunakan Android SDK tools
dan bahkan melakukan distribusi aplikasi yang dibuat. Pembuatan aplikasi
android dengan Eclipse
beserta ADT sangat
dianjurkan karena merupakan
cara tercepat untuk memulai membuat projek Android.
·
Eclipse
Eclipse
adalah sebuah IDE (Integrated Development
Environment) untuk mengembangkan perangkat lunak dan dapat dijalankan di
semua platform (platform-independent). Eclipse pada saat ini merupakan salah satu
IDE favorit dikarenakan gratis dan open
source, yang berarti setiap orang boleh melihat kode pemrograman perangkat
lunak ini. Selain itu, kelebihan dari Eclipse yang membuatnya populer adalah
kemampuannya untuk dapat dikembangkan oleh pengguna dengan komponen yang
dinamakan plug-in.
Berikut ini adalah
sifat dari Eclipse:
·
Multi-platform:
Target sistem operasi Eclipse adalah Microsoft Windows, Linux, Solaris, AIX,
HP-UX dan Mac OS X;
·
Mulit-language:
Eclipse dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java;
·
Eclipse mendukung
pengembangan aplikasi berbasis bahasa pemrograman lainnya, seperti C/C++,
Cobol, Python, Perl, PHP, dan lain sebagainya;
·
Multi-role:
Selain sebagai IDE untuk pengembangan aplikasi, Eclipse pun bisa digunakan
untuk aktivitas dalam siklus pengembangan perangkat lunak, seperti dokumentasi,
test perangkat lunak, dan lain sebagainya.
Java
Java
adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk
telepon genggam. Bahasa ini awalnya dibuat oleh James Gosling saat masih
bergabung di Sun Microsystems saat ini merupakan bagian dari Oracle dan dirilis
tahun 1995. Bahasa ini banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan C++,
Aplikasi-aplikasi berbasis java umumnya dikompilasi ke dalam p-code (bytecode) dan dapat dijalankan pada
berbagai Mesin Virtual Java (JVM).
Java merupakan bahasa pemrograman yang
bersifat umum/non-spesifik (general
purpose) dan secara khusus didisain untuk memanfaatkan dependensi
implementasi seminimal mungkin karena fungsionalitasnya yang memungkinkan
aplikasi java mampu berjalan di beberapa platform sistem operasi yang berbeda.
Tujuan penciptaan Java pada waktu itu
adalah menjadi suatu program yang berukuran kecil, efisien, dan portable di
segala jenis hardware. Tujuan
yang sama ini membuat Java menjadi satu bahasa yang ideal untuk mendistribusikan
program-program yang dapat dijalankan melalui www dan juga suatu bahasa
pemrograman untuk segala tujuan untuk mengembangkan program-program yang dapat
digunakan dengan mudah dan portable di berbagai platform yang
berbeda. Sekarang, Sun telah mengeluarkan berbagai program Java yang
dapat digunakan seperti Java API, atau JDK atau JAVA Developer Kit . Selain
itu, banyak juga program-program lain yang dapat digunakan untuk membuat
program Java, seperti Eclipse, NetBeans, JBuilder, JCreator, J++, dan
sebagainya.
Contoh kode program sederhana yang
ditulis menggunakan bahasa pemrograman Java adalah sebagai berikut:
// Outputs "Hello, world!" and then exits
public class HelloWorld
{
public static void main(String args[])
{
System.out.println("Hello,
world!");
}
}
XML
XML (Extensible Markup Language) adalah bahasa markup untuk keperluan umum yang disarankan oleh W3C untuk membuat dokumen markup keperluan pertukaran data antar
sistem yang beraneka ragam. XML didesain untuk mampu menyimpan data secara
ringkas dan mudah diatur. Kata kunci utama XML adalah data. yang jika diolah
bisa memberikan informasi.
Untuk
Penggunaan XML itu sendiri dalam kasus ini di dalam Android, XML lebih banyak
dgunakan dalam mengatur tampilan, walaupun juga digunakan untuk mendapatkan
nilai dari suatu file xml yang lainnya.
Perintah Dasar XML Android
XML Android pada dasarnya berbeda
dengan XML secara umum. Pada XML Android, nama-nama tag telah didefinisikan
oleh Android SDK, tidak seperti XML pada umumnya yang dapat menuliskan
nama-nama tag sesuai keinginan. Berikut beberapa tag XML Android yang sering
digunakan.
No.
|
Perintah
|
Fungsi
|
1
|
<AbsolutLayout
|
digunakan jika hendak menggunakan sistem koordinat x dan y
untuk tata letak widget (berdasar piksel)
|
2
|
<LinearLayout
|
jika
jenis ini yang digunakan, widget akan terurut secara vertikal
berdasarkan urutan penulisan widget
|
3
|
<RelativeLayout
|
tata letak widget relatif, bergantung widget lainnya
|
4
|
<Button
|
membuat widget tombol
|
5
|
<ImageButton
|
membuat
widget tombol gambar
|
6
|
<EditText
|
membuat widget kolom penulisan teks
|
7
|
<TextView
|
membuat widget teks
|
8
|
<ImageView
|
membuat widget untuk menampilkan gambar
|
9
|
<Spinner
|
membuat widgetspinner
(combo box)
|
Selain nama-nama tag, pada XML
Android juga menyediakan perintah untuk mengatur widget-widget tersebut
yang dituliskan di dalam tag-tag tersebut.
No.
|
Perintah
|
Fungsi
|
1
|
android:id
|
memberikan nama id
|
2
|
android:layout_height
|
mengatur tinggi widget
|
3
|
android:layout_weight
|
mengatur lebar widget
|
4
|
android:layout_x
|
mengatur posisi widget terhadap
sumbu x
|
5
|
android:layout_y
|
mengatur posisi widget terhadap
sumbu y
|
6
|
android:text
|
memberikan teks
|
7
|
android:textSize
|
mengatur ukuran teks
|
8
|
android:textStyle
|
mengatur gaya teks
|
9
|
android:textColor
|
mengatur warna teks
|
10
|
android:gravity
|
mengatur posisi widget secara
vertikal
|
11
|
android:layout_gravity
|
mengatur posisi widget terhadap layar
|
12
|
android:layout_width
|
mengatur lebar layar
|
13
|
android:layout_height
|
mengatur tinggi layar
|
14
|
android:background
|
memberi background pada
layar
|
contoh penggunaan XML android
Keunggulan
XML
1. Pintar (Intelligence).
XML dapat menangani berbagai tingkat (level) kompleksitas.
2.
Dapat beradaptasi.
Dapat mengadaptasi untuk membuat bahasa sendiri. Seperti Microsoft membuat
bahasa MSXML atau Macromedia mengembangkan MXML.
3.
Mudah pemeliharaannya.
4.
Sederhana. XML lebih
sederhana.
5.
Mudah
dipindah-pindahkan (portability). XML
mempunyai kemudahan perpindahan (portabilitas)
yang lebih bagus.
AndroidManifest
Android Manifest merupakan sebuah xml yang berisi
informasi mengenai aplikasi, seperti versi dari aplikasi, nama package, level
SDK yang digunakan, beserta icon dan nama yang diberikan untuk aplikasi. Selain
itu, AndroidManifest.xml ini digunakan sebagai pengatur activity-activity yang
terdapat pada aplikasi, berupa daftar kelas-kelas java, penggunaan intent untuk
pemilihan, dan pemberian Label /title pada suatu Activity saat mereka Aktif.
Sebelum android dapat memulai
komponen aplikasi, maka android harus melihat komponen yang
sedang berjalan. Untuk itu, aplikasi akan mendeklarasikan komponen
yang mereka gunakan dalam sebuah file manifest yang digabungkan ke
dalam paket file android berekstensi (.apk). Dalam Android Manifest
terdapat bagian-bagian yang sangat penting untuk terbentuknya suatu aplikasi,
diantaranya adalah :
1. Activity
Activity pada android adalah sebuah class yang
digunakan untuk membuat sebuah layout yang akan ditampilkan dalam layar
handpone dimana layout ini berisi intrface-interface seperti, listview, combo
box, textview, dll yang bertujuan agar kita bisa berinteraksi dengan setiap
activity mewakili satu layar, jadi saat akan membuat 5 form dalam 5 layar maka
kita harus membuat 5 activity pula dan setiap form tersebut dapat saling
berkomunikasi karena berada dalam satu activity.
Pada saat aplikasi berjalan pada sistem Android sebuah
aktifitas program terjadi dalam beberapa pernyataan program atau tahapan,
seperti diperlihatkan pada gambar 3.7. Kita tidak dapat melakukan kontrol
terhadap tahapan tersebut, semua sudah di atur oleh system. Namun demikian,
kita dapat mengidentifikasi kapan tahapan tersebut terjadi dengan memanggil
method-method ini :
1. onCreate(
Bundle )
Method ini
dipanggil ketika aktifitas pertama kali dimulai. Kita dapat menggunakan method
ini untuk melakukan inisialiasi awal seperti menentukan antar muka ( user
interface ), Method onCreate( ) yang memiliki satu parameter yang dapat
bernilai null atau bernilai informasi dari state sebelumnya yang dijalankan
oleh method onSaveInstanceState( ).
2. onStart(
)
Method ini mengindikasikan aktifitas yang siap ditampilkan ke user
3. onResume(
)
Method ini dipanggil ketika aktifitas kita dinyatakan siap
berinteraksi dengan user. Ini adalah aktifitas yang paling tepat untuk
menyertakan animasi dan music pada aplikasi anda
4. onPause(
)
Method ini
dijalankan ketika aktifitas akan dijalankan di background, biasanya terjadi
ketika aktifitas berjalan di atas aktifitas ini. Pada state ini sebaiknya anda
implementasi persistent data pada program anda, seperti ketika sebuah database
sedang dilakukan proses edit.
5. onStop( )
Method ini dipanggil saat aktifitas anda tidak bisa dilihat lagi oleh
user dan tidak dibutuhkan untuk sementara waktu. Jika memori dalam keadaan
parah (karena banyak resource berjalan) maka method onStop() tidak pernah akan
dipanggil ( system mungkin akan mematikan prosesnya ).
6.
onRestart( )
Jika method ini
dipanggil , berarti aktifitas anda sedang di tampilkan ulang ( redisplay) oleh
user dari sebelumnya di stop.
7.
onDestroy( )
Method ini
dipanggil sebelum sebuah aktifitas di matikan ( di-destroy). Jika resource
memory ketat, method onDestroty() tidak pernah akan dipanggil ( system mungkin
akan mematikan prosesnya )
8.
onStateInstanceState( Bundle )
Metodh ini ada di awal pembuatan class dari sebuah Android Project
2. Intent
intent adalah sebuah object yang merupkan kunci
untuk berkomunikasi dengan activity lainnya. Satu hal penting lain dari intent
adalah kita bisa mengirimkan data ke Activity lain dan juga dapat menangkap
data dari Activity tersebut. Intent sendiri dibagi menjadi 2 yaitu,
·
Implicit intent adalah intent
yang memanggil fungsi activity yang sudah ada di fungsi internal android
seperti Dial Number, Open Browser dan lainya.
·
Explicit Intent yang memanggil Activity lain yang
masih dalam 1 project atupun beda project
Membangun android adalah java. Tidak semua fitur java yang ada digunakan akan tetapi
Membangun android adalah java. Tidak semua fitur java yang ada digunakan akan tetapi
sebagian
dari java yang sering disebut dengan Dalvik Virtual Machine. Beberapa
bagian kecil
dari
framework Android menggunakan bahasa XML untuk scripting-nya.
a. Activity
Activity
merupakan container untuk User
Interface (UI). Sebuah Aplikasi Android terbangun
dari
satu atau beberapa Activity.
b. Intents
Intent
merupakan sistem pesan utama yang
menjalankan Android. Intent terdiri dari Action
yang
harus dijalankan (Tampil, Ubah, Dial, dll) dan Data.
Intent
digunakan untuk memulai aktivitas dan
komunikasi antar bagian dari sistem Android.
Suatu
aplikasi dapat mengirimkan atau menerima intent.
1.
Mengirimkan pesan dengan Intent
Ketika
suatu aplikasi mengirimkan suatu intent, aplikasi mengirimkan pesan
memberitahukan
Android untuk menjalankan sesuatu. Misal: memberitahukan Android
untuk menjalankan suatu Activity dari
aplikasi atau menjalankan aplikasi lain.
2. Mendaftarkan Intent Receiver
Mengirimkan pesan dengan Intent bukan berarti sesuatu
selanjutnya akan terjadi
secara otomatis. Aplikasi harus mendaftarkan intent receiver yang
memperhatikan
intent dan
memberitahukan Android apa yang harus dilakukan.
Contoh, jika pengguna menekan lama suatu image di image
gallery, maka akan
memunculkan context menu yang berkaitan dengan image
sharing. Dikarenakan
terdapat beberapa receivers yang didaftarkan berkaitan
dengan image sharing (email,
messaging,
Bluetooth, dll) maka context menu dimunculkan untuk memberikan
opsi
keputusan kepada penguna.
c. Cursorless Controls
Perangkat Android menggunakan jari pengguna sebagai input. Jika
pada computer biasa
digunakan pointer mouse, kemudian left-click untuk
berinteraksi dengan suatu tombol
missal, maka pengguna Android dapat menggunakan jarinya langsung
ke tombol. Untuk
menggantikan right-click, pengguna Android dapat menekankan
jarinya agak lama ke
layar, kemudian context menu akan muncul.
d. Views dan Widgets
View merupakan
elemen dasar UI (User Interface). Sebagai contoh area kotak pada layar
yang bertanggung jawab untuk tampilan dan menerima event (event
handling). Beberapa
contoh view antara lain: (1) ContextMenu, (2) Menu, (3) View, (4)
SurfaceView .
Widgets adalah
elemen UI yang lebih canggih. Merupakan control untuk interaksi antara
sistem dengan pengguna. Beberapa contoh Widgets antara
lain: (1) Button, (2) CheckBox,
(3) DatePicker, (4) DigitalClock, (5) Gallery, (6) FrameLayout,
(7) ImageView, (8)
RelativeLayout, (9) PopupWindow.
Untuk mempelajari widgets lebih lanjut dapat dilihat
melalui url:
e. Asynchronous Calls
Android memiliki sebuah class yang AsyncTask yang memungkin
aplikasi menjalan
beberapa operasi pada waktu yang bersamaan, tanpa harus mengatur
bagaimana thread
berjalan secara khusus. AsyncTask memungkin developer untuk
membangun model
program yang bersih untuk proses-proses asinkron.
Proses asinkron biasa digunakan untuk proses-proses yang
membutuhkan waktu lama,
misal: Network Communication (Internet), Media
Processing, dan berbagai proses lain
yang mengharuskan pengguna menunggu. Jika pengguna harus menunggu,
maka dapat
digunakan proses asinkron untuk menampilkan UI yang memberitahukan
pengguna apa
yang terjadi.
f. Background Services
Services merupakan
aplikasi yang berjalan di belakang dan tidak terlalu penting memiliki
UI,
sebai contoh: antiivirus. Sebagian besar pemutas music (music player)
dari Android
Market
berjalan sebagai Background Services, yangmana pengguna dapat
mendengarkan
musik
sembali mengecek e-mail atau melakukan tugas lain yang membutuhkan
penggunaan
tampilan layar.
REFERENSI
https://www.google.com/urlsa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CCwQFjAA&url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FTetris&ei=-zBeU9yRHMGIrQeN5oHgDw&usg=AFQjCNEPmHvj8tzNwbzhOBeU9zCiEt_kAQ&sig2=Fv20cdPNsxWSjv7U1H5ExQ&bvm=bv.65397613,d.bmk
https://www.google.com/urlsa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CCwQFjAA&url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FTetris&ei=-zBeU9yRHMGIrQeN5oHgDw&usg=AFQjCNEPmHvj8tzNwbzhOBeU9zCiEt_kAQ&sig2=Fv20cdPNsxWSjv7U1H5ExQ&bvm=bv.65397613,d.bmk
https://www.google.com/searchq=tetris&es_sm=93&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=bDFeU9BqiYysB8TygMAG&ved=0CAgQ_AUoAQ&biw=1517&bih=735&dpr=0.9
http://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Flenteranews.com%2Fwp-content%2Fuploads%2F2013%2F04%2Ftetris.png&imgrefurl=http%3A%2F%2Flenteranews.com%2Fbegini-cara-tetris-sembuhkan-mata-juling%2F&h=431&w=539&tbnid=OhmGLS6Ry1VY8M%3A&zoom=1&docid=IFlUM9x3gmYreM&ei=bjFeU_exM46yrgeYiYDYCg&tbm=isch&ved=0CGsQMygSMBI&iact=rc&uact=3&dur=380&page=2&start=18&ndsp=26
http://source.android.com,
http://developer.android.com/reference/android/widget/package-summary.html
No comments:
Post a Comment